Direktur ATKP Makassar Dinonaktifkan Pasca-Taruna Tewas Dianiaya Senior



JAKARTA – Kementerian Perhubungan telah menonaktifkan Direktur ATKP Makassar Agus Susanto dan telah menunjuk pelaksana tugas. Sedangkan satu taruna senior bernama Muhammad Rusdi (21) diskorsing serta diserahkan ke polisi guna proses lebih lanjut menyusul kejadian dugaan tindak kekerasan terhadap seorang taruna bernama Aldama Putra Pongkala (19).

“Setelah melakukan investigasi dan pertemuan internal, kami memutuskan menonaktifkan Direktur ATKP Makassar dan menskorsing satu orang untuk menjalani pemeriksaan pihak kepolisian,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Sabtu 9 Februari 2019.

(Baca juga: Fakta-Fakta Taruna ATKP Dianiaya Senior hingga Tewas, Nomor 4 Miris)

Lebih lanjut Menhub mengatakan, setelah melakukan investigasi internal, pihaknya menduga telah terjadi penyimpangan terhadap sistem dan prosedur yang berlaku sehingga menyebabkan musibah kepada taruna ATKP Makassar. Namun demikian, untuk penyebab pastinya, pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari penyelidikan yang dilakukan polisi.

Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Shutterstock)

“Berdasarkan hasil investigasi internal, kami memutuskan untuk melakukan pergantian personel terhadap seluruh lini di ATKP Makassar yang terlibat pada saat kejadian,” ujar Menhub.

Ia mengatakan, BPSDMP yang menaungi sekolah-sekolah perhubungan di seluruh daerah secara tegas telah menerapkan aturan-aturan dan SOP untuk menjauhi serta mencegah terjadinya kekerasan di dalam kampus/sekolah antartaruna.

(Baca juga: Hotman Paris Siap Membantu Usut Kematian Taruna ATKP Makassar)

“Pembenahan pola pengasuhan, dan sosialisasi secara terus-menerus telah disampaikan oleh dosen, para pengawas dan unsur kampus/sekolah kepada para taruna setiap mengajar. Kami selalu ingatkan bahwa budaya kekerasaan bukanlah hal yang benar, karena di dunia kerja pun tidak ada senior-junior, yang ada profesionalisme dalam pembelajaran,” ucapnya.

Ke depan, kata Menhub, BPSDMP telah menyiapkan langkah-langkah nyata perbaikan SOP dan peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang lagi dengan menambahkan tenaga-tenaga pengawas dan pengasuh taruna-taruni pada sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

(han)


Source link

sikatkabeh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *