Diduga Sudah Punah Seabad Lalu, Spesies Kura-Kura Raksasa Ditemukan di Galapagos



QUITO – Spesies kura-kura raksasa yang diyakini telah punah selama lebih dari 100 tahun telah ditemukan di Pulau Fernandina, Kepulauan Galapagos. Penemuan itu diungkapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Ekuador pada Selasa.

Menteri Lingkungan Hidup Marcelo Mata mengatakan, kura-kura betina dari spesies Chelonoidis phantasticus itu ditemukan oleh tim ekspedisi yang dipimpin oleh otoritas Taman Nasional Galapagos dan kelompok Konservasi Galapagos. Dia menambahkan bahwa spesies tersebut diyakini telah punah selama lebih dari 100 tahun, namun tidak memberi penjelasan lebih jauh.

Menurut keterangan dari Konservasi Galapagos, satu-satunya spesimen dari Chelonoidis phantasticus atau yang juga dikenal dengan nama kura-kura Pulau Fernandina “diambil dalam ekspedisi Akademi Sains California pada 1906”.

“Meskipun diperkirakan punah karena letusan gunung berapi di abad-abad terakhir, ada pengamatan anekdotal yang menunjukkan bahwa mungkin masih ada sedikit yang tersisa di pulau itu,” kata kelompok itu dalam laman resminya sebagaimana dilansir Straits Times, Rabu (20/2/2019).

Serikat Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) dalam laporan yang diterbitkan pada 2017 mengategorikan Chelonoidis phantasticus sebagai spesies “Sangat Terancam (Kemungkinan Punah)”.

IUCN melaporkan, Survei daerah-daerah terpencil di Pulau Fernandina pada 1964 “mendokumentasikan beberapa kura-kura besar” dan beberapa bekas gigitan kura-kura, sementara survei pesawat 2009 “menghasilkan kemungkinan penampakan kura-kura yang belum dikonfirmasi”. Kotoran dan jejak kaki kura-kura juga ditemukan di sana pada 2013.

“Penampakan dan tanda-tanda ini, meskipun perlu verifikasi melalui survei yang lebih luas, menunjukkan kemungkinan bahwa spesies tersebut dapat tetap ada dalam jumlah yang sangat kecil,” kata IUCN.

Termasuk Chelonoidis phantasticus, terdapat 12 spesies kura-kura Galapagos, satu untuk masing-masing pulau utama kepulauan Galapagos, yang dijadikan situs Warisan Dunia Unesco pada 1979.

(dka)


Source link

author

Author: 

Leave a Reply