Survei LSI: Suara PDIP Turun di Pemilih Muslim



JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapatkan perolehan suara tertinggi dalam kantong pemilih Muslim berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Namun, bila dilihat dari raihan PDIP sebelumnya, terbilang turun. 

Pada Agustus 2018, PDIP mendulang suara sebanyak 23,2% pada kantong pemilih Muslim. Lalu pada September 2018 turun menjadi 22,4%, Oktober kembali menanjak jadi 23,7%, November 21,8%, Desember 24,6%, dan Januari 2019 kembali turun menjadi 18,4%.

Suara PDIP sebesar 18,4% ini mengungguli Gerindra yang hanya meraih 16,6% pada Januari 2019. Kendati demikian, grafik perolehan suara Gerindra di kantong pemilih Muslim terbilang naik meskipun masih kalah di hasil akhirnya oleh PDIP.

(Baca Juga: Prabowo Sebut Pribumi Indonesia Terlalu Baik Sehingga Dimanfaatkan Pihak Asing)

Pada Agustus 2018, Gerindra memperoleh suara 13,8% di kantong pemilih Muslim. Lalu pada September 2018 turun menjadi 12,7%. Pada Oktober 12,3%, kemudian naik pada November 2018 menjadi 15,1%, Desember 2018 14,3% dan Januari 2019 naik jadi 16,9%.

PDIP 

Peneliti senior LSI Rully Akbar mengatakan, penurunan suara pemilih Muslim ke PDIP tidak lepas dari faktor pemilihan presiden (Pilpres) 2019 yang telah membagi masyarakat ke dalam dua kubu. “Ya, kalau untuk PDIP turun di pemilih Muslim secara otomatis ini juga impact dari pemilihan presiden,” ujar Rully di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (20/2/2019).

Dia berpendapat, Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapres untuk meng-cover suara pemilih Muslim agar berdiri di kubu 01. Namun ternyata, kondisi pemilih Muslim terpecah karena adanya kekuatan Alumni 212 dan Ijtima’ Ulama yang mendukung Prabowo-Sandi.

“Dan secara otomatis ketika pemilih Jokowi sekarang tidak kuat di pemilh Muslim, yang mengambil keuntungan adalah Partai Gerindra atau dengan Prabowo-Sandi-nya,” ujar Rully.

Rully berujar, polarisasi di kalangan pemilih Muslim cukup kuat pada Pilpres 2019. Sehingga, hal itulah yang menyebabkan tidak satu suaranya pemilih Muslim pada satu kubu di pesta demokrasi tahun ini.

“Karena memang polarisasinya sudah cukup kuat dari semenjak awal ini diluncurkan. Karena masyarakat tidak melihat 02 nya tapi melihat 01-nya, jadi mereka mendiferensiasikan Presiden yang Jokowi dan Prabowo saja,” tuturnya.

(Baca Juga: Sandiaga Uno Janjikan Program OK OCE untuk Peternak di Jatim

Meski suara PDIP di kalangan pemilih Muslim turun dari waktu ke waktu, namun pada hasil akhirnya tetap mengungguli Gerindra dan parpol lainnya. Sedangkan Gerindra yang berada di posisi runner-up mengalami kenaikan signifikan pada pemilih segmen ini, namun di hasil akhirnya masih kalah dengan PDIP.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 18-25 Januari 2019, dengan menggunakan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuisioner. Margin of error survei ini adalah 2,8%.

(Ari)


Source link

author

Author: 

Leave a Reply