Kontroversi Doa Neno Warisman, Ini 7 Adab Berdoa yang Pasti Terkabul



DALAM aksi “Munajat 212” pekan lalu, Neno Warisman membaca puisi yang berunsur doa yang dianggap kontroversi bagi para ahli agama. Dari hal itu, sebaiknya wajib bisa membedakan kaidah-kaidah doa yang tepat sesuai tuntunan Islam.

Apalagi terkait puisi yang dibaca Neno Warisman itu menggambarkan suasana Perang Badar, yang bisa menimbulkan perpecahan. Jelas hal itu sangat disayangkan banyak pihak, terutama oleh para ahli agama.

Pada dasarnya, berdoa di mana saja memang diperbolehkan oleh Allah SWT, tapi tetap harus mengikuti kaidahnya. Ustadz Fauzan Amin dari LDNU bakal membeberkan kaidah-kaidah tepat terkait doa, seperti berikut ini dirangkum Okezone, Selasa (26/2/2019).

BACA JUGA :  100 Perempuan Pamerkan Vagina Mereka untuk Pendidikan Seksual

1. Berdoalah di waktu yang mustajab

Setiap akan berdoa sebaiknya Anda dapat menunggu waktu-waktu mustajab. Antara lain saat Hari Arafah, Ramadan, dan Sepertiga Malam.

Rasulullah bersabda:

ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له

“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-Ku, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.” (HR Muslim)

2. Manfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa

Ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah juga jadi salah satu kondisi yang mustajab untuk berdoa. Nabi bersabda: “Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR Abu Daud, Nasa’i, danTurmudzi).

Nabi bersabda: “Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdoa.” (HR Muslim)

3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

Dari Jabir RA, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat. Lalu beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR: Muslim

4. Doa harus khusyuk

Kalau berdoa suasananya harus khusyu’, rendah hati dan penuh harap.

Allah berfirman:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS Al-Anbiya’: 90)

5. Doa harus bersuara lirih

Kalau mau berdoa disarankan untuk bersuara lirih, tidak teriak-teriak. Sebabnya Allah juga berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf: 55)

6. Menyematkan kalimat pujian kepada Allah dan Rasulullah

Saat berdoa, umat Muslim biasanya menyematkan kalimat yang memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Sempat Nabi pernah mendengar ada orang yang berdoa dalam shalatnya dan dia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi, lalu bersabda:

إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل وعز والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بما شاء

“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR Ahmad)

Baca juga : Viral Penumpang Lepas Baju dan Celana Selama Penerbangan, Begini Aksinya

7. Yakin doa terkabul

Saat berdoa umat Muslim dituntut untuk yakin bahwa doanya akan terkabul. Janganlah pesimis ya! Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يقل أحدكم إذا دعا اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مُكرِه له

“Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan: Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Source link

author

Author: 

Leave a Reply