Tahun Ini Kemenag Buka Kesempatan Fotografer Profesional sebagai Petugas Haji



JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengundang dan melibatkan fotografer profesional nonmedia sebagai petugas Haji di Makkah dan Madinah. Pelibatan fotografer profesional ini jadi program baru setelah sebelumnya Kemenag hanya melibatkan media massa mainstream sebagai petugas haji.

Dalam selebaran yang diterima Okezone, fotografer yang diminta untuk menjadi petugas haji haruslah Warga Negara Indonesia (WNI) beragama Islam dan belum pernah menunaikan ibadah haji dengan kategori usia 25-50 tahun per 1 Juli 2019.

Selain itu, fotografer yang diminta pun diharapkan memiliki pengetahuan tentang teknik, seni dan keterampilan dalam mengambil gambar, minimal standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang fotografi level 5. Warga yang berminat pun disyaratkan sudah memiliki pengalaman setidaknya lima tahun menjadi fotografer jurnalistik profesional.

Bagi yang berminat, para fotografer nantinya diminta mengisi formulir pendaftaran seleksi calon anggota Media Center Haji (MCH) 2019, lalu melampirkan KTP dan ijazah terakhir, kemudian fotokopi sertifikat fotografer profesional, portofolio, dan surat izin dari suami dengan materai jika pendaftar merupakan wanita bersuami.

Nantinya, para peminat yang terkumpul akan diseleksi kembali dengan sederet prosedur seleksi, pembekalan dan pelatihan calon anggota MCH. Untuk detail, peminat bisa juga mengunjungi laman www.kemenag.go.id – Info Penting.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Mastuki mengungkapkan bahwa haji adalah peristiwa tahunan yang diikuti ratusan ribu orang setiap tahunnya. Untuk itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas agar mampu mengemban tugas besar tersebut.

“Penyelenggaraan haji di Indonesia melibatkan ratusan ribu orang, sumber daya yang luar biasa besar, tugas nasional, melibatkan berbagai pihak, dilaksanakan di Tanah Air dan Tanah Suci, dengan kegiatan peribadatan terbesar di dunia. Semua itu perlu didokumentasikan dengan baik, dan fotografer dapat melakukan tugas itu dengan keahliannya,” ujar Mastuki saat dihubungi Okezone, Rabu (13/03/2019).

Selain itu, lanjut Mastuki, haji adalah peristiwa yang sangat unik dan memiliki momen khusus yang belum tentu terulang di tahun-tahun setelahnya. Secara fotografi, peristiwa haji memiliki banyak angle yang kaya, aktual, faktual, penting dan menarik.

“Kami ingin fotografer profesional yang terlibat pada MCH ini dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut untuk kepentingan yang lebih luas. Mengabarkan dan mempublikasikn penyelenggaraan haji ke dunia. Juga mempromosikan Islam Indonesia dalam penyelenggaraan haji,” ucapnya.

(kha)


Source link

author

Author: 

Leave a Reply